Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 25

Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 25by adminon.Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 25Berbagi Suami Bule – Part 25 LITTLE SURPRISE By : Marucil Spoiler for Little Surprise: Ruangan ini seketika menjadi terang setelah aku menaikan tombol sakelar. Setelah mataku kembali terbiasa kulihat sebuah sosok dihadapanku. Aku sangat kaget melihat sosok dihadapanku ini. Seteah kuperhatikan lebih jelas Sosok seorang wanita itu mengenakan pakaian gamis panjang berwarna hijau dengan […]

multixnxx-Black hair, Face-sitting, Asian, High heel-5 multixnxx-Black hair, Face-sitting, Asian, High heel-9 multixnxx-Black hair, Face-sitting, Asian, High heel-13Berbagi Suami Bule – Part 25

LITTLE SURPRISE
By : Marucil

Spoiler for Little Surprise:

Ruangan ini seketika menjadi terang setelah aku menaikan tombol sakelar. Setelah mataku kembali terbiasa kulihat sebuah sosok dihadapanku. Aku sangat kaget melihat sosok dihadapanku ini. Seteah kuperhatikan lebih jelas Sosok seorang wanita itu mengenakan pakaian gamis panjang berwarna hijau dengan kerudung hitam yang hanya diselempangkan menutupi rambutnya. Ia berdiri tak jauh dihadapanku. Lalu wanita itu semakin mendekatiku dan terus memperhatikanku. . Aku tersenyum lebar ketika melihat wanita tersebut, begitu juga sebaliknya wanita tersebut juga memberikanku sebuah senyuman yang begitu manis dan indah.

TANTE OCHA., Kok tante udah disini, bukanya tante masih di Jakarta yah? Sapaku terkaget melihat Tante Ocha yang ternyata ada dihadapanku.
“Si Ganteng… Kaget yah tahu tante masih disini. Makanya kemaren tuh kalau ditelpon diangkat, Orang tante gak jadi berangkat” Jawab tante
“Lohhh kok bisa, tapi tadi sore pas ditelpon katanya habis rapat sama Klien kok sekarang udah disini siihhh” Deruku semakin penasaran sembari menghampiri tante

“Kemarin tuh Baru sampe di Stasiun Kutoarjo keretanya berhenti. Katanya ada kereta anjlog di Kebumen. yah dari pada tante nunggu lama mending tante turun dong, terus tante pulang deh Pake Bis.” Jelas Tante sambil mengajaku duduk disofa.
“Terus kenapa tadi pas ditepon bilangnya masih dijakarta, ahhh ngerjain Tiaan nih tante maah” Kataku sedikit kesal.
“Habiss kamu juga sih, asik sama Erlin, tante dilupain sampe gak nganggat telepon tante, yah udah tante tadi pas kamu nelpon sekalian aja deh ngerjain kamu. Tapi suka kan kejutan Tante” lanjut Tante

“Ahh tante mah suka gitu deh, pake ngerjain ngerjain segala”
“Halaah yo pisan pisan ngasih kamu surprice gak apa apa toh, kamu belom makan toh” tanya Tante,
“Belom, ini tadi Tian kesini mau dimasakin sama mba Icha katanya”Jawabku
“Halaah, Wong yang masak tante kok, kamu dikerjain Icha palingan, soalnya tante tadi nyuruh Icha kalau kamu udah pulang suruh naik keatas,” Jelas Tante.
“Ohhhh pantes dari tadi Mba Icha aneh banget kaya ada sesuatu yang diumpet rupanya dia udah tau toh kalau tante ada di Rumah”

Akhirnya kami menuju ruang makan, aku duduk disalah satu kursinya. tante mempersiapkan semua masakanya diatas meja, ia juga menuangkan nasi di atas piring dan memberikanya padaku. Tak lama Mba Icha juga datang dan duduk pada kursi didepanku. tante juga menyajikan nasi panas untuknya. Lalu Tante juga duduk dan mempersilahkan kami untuk makan. Aku sangat suka makanan buatan Tante Ocha terutama Udang Saos Padangnya. Yang aku tahu kebiasan tante bila sudah memberikan menu Udang berarti setelahnya ia akan mengajaku berhubungan Sex. Sudah beberapa kali aku alami ini dan memang sesuai mitosnya Udang mampu menaikan lobido seorang pria, dan benar saja setiap kali aku memakan masakan Udang pasti setelahnya aku mampu bertahan lama ketika berhubungan sex dengan tante selama ini.

Tante mengambilkanku beberapa potong udang dan menaruhnya diatas nasiku. Ia tersenyum begitu lebar seolah penuh dengan arti. Aku tahu persis maksud tante saat ini. Ia memang benar benar ingin berhubungan Sex denganku malam ini, karena beberapa minggu ini aku dan Tante Ocha memang belum sekalipun berhubungan seks karena kesibukan tante diluar kota. Minggu lalu saja sepulangnya ia dan Mba Icha dari Jakarta selama seminggu kami belum sempat untuk melakukan permainan kami. Hanya sedikit foreplay saja. Aku yakin Tante sudah sangat ingin berhubungan denganku, karena aku juga sangat ingin menyentuh tubuhnya lagi. Tetapi aku akan memutuskan untuk diam, aku ingin malam ini tante yang memberikanku kode.

Perlahan kami bertiga menyantap seluruh hidangan ini sembari sedikit berbincang satu sama lain. Tak lama makanan kami bertiga habis juga, kami menyisihkan piring masing masing untuk dibersihkan nanti. Lalu tante kembali memulai percakapan ia ingin tahu apa yang terjadi padaku semalam.

“Enak Udangnya?” Tanya Tante memastikan rasa masakanya.
“Enak lah Tante, kalau tante yang masak kan aku gak pernah ngeraguin” Jawabku. disusul dengan senyuman tante.
“Ehh mba, jahat ih tadi pake boong sama aku segala, pake bilang mau ngemasakin aku segala.” Protesku kepada Mba Icha.
“Ya udah sih, kaya gitu aja di pikir, habis gue binggung ngajak elu keatas biar lo gak curiga apaan. yah udah gue bilang aja gue mau masak buat lo, Tapi lo juga seneng kan gue kerjain kaya gitu” jelas Mba Icha
“Heheheh, iya deh iya.” jawabku sambil nyegir.

“Tian ceritain dong semalam kamu sama Jeng Elin ngapain aja” Tanya tante
“Haaah, emang perlu yah Tian cerita?”
“Yah perlu dong pie kamu iki, Tante kan Juga pengen tahu kamu semalam ngapain aja” Sahut Tante
“Iya cerita aja sihh, lo kan tadi gak sempet cerita kan sama gue” Sambung Icha

“Iya deh Tian Cerita.”
“Yah Tian sama Tante Elin yah gitu gitu aja kok Tan, Kita ML sore sore terus malemnya ngelanjut lagi, Terus kita tidur paginya kita lanjutin sekali” jawabku sedikit memutar apa yang sesungguhnya terjadi.
“Terus cuma kaya gitu”Tanya Tante penasaran
“I Iyaa cuma kaya gitu, tapi Tante Elin hebat loh, walau badanya gemuk kaya gitu permainanya luar biasa” Lanjutku.
“Ohhh cuma kaya gitu ajaaaaaaa” Tanya Tante dengan nada memancing
“Iyyy Iyaaa”
“Katanyaa Tian semalam ngentot sama Zaskia Gotik jugaa?” Pertanyaan Tante ini sontak mengagetkanku dari mana ia tahu sesungguhnya yang terjadi semalem
“Tadi jeng Elin Telepon loh, cerita semua apa yang terjadi semalem, Nakal yah pake pura pura segalaaa” Kata tante dengan tatapan serigalanya.

“HEhehehehe, ketahuan habis kalai Tian ceritain semua nanti Tante….”
“Nanti Tante apaaaa” sambil mencoba mencubit pinggulku
“Nanti Tante cemburuuu lagi”Tantepun tersenyum mendengar jawabanku.
“Yah tapi gak perlu disembunyiin gitu dong, kan tante gak suka anak yang suka boong” kata tante sembari terus mencubit pinggulku
“Iya iyaa ampun gak lagi lagi, ini cerita ini cerita”

Akhirnya kami bertiga pindah keruang tengah. Disana aku menceritakan semua kejadian yang aku alami semalam, mulai dari permainan seksku dengan Tante Elin yang bagiku sangat luar biasa. Permainan Gila yang aku alami bersama teman teman Bang Robert hingga permainanku dengan Zaskia Gotic. aku menceritakan semuanya tanpa sedikitpun aku sembunyikan. Tante Ocha dan Mba Icha begitu tertarik mendengar semua ceritaku. Terlebih Mba Icha iya begitu interest akan permaianku bersama Zaskia semalam. Ia terlihat tidak percaya apa yang kuceritakan,Namun ia percaya ketika aku menunjukan kontak BBM Zaskia kepadanya.

“Serius lo Bas si Zaskia nyepong kontolu juga?” kata Mba Icha kaget
“Iya Mba, tapi yah itu gak enak banget, kena gigi terus” jawabku.
“Kalau sama Tante Enak kan” Tanya Tante Ocha sedikit menggoda
“Hmmm kalau punya Tante gak pernah ada yang bisa nandingin,Tante emang terbaik dalam hidup Tian” Jawabku sedikt mendayyu dayu.
“Halaah Lebay lu Bas” Sindir Mba Icha.
“Yeee biarin emang Tante yang terbaik weeee” Sahutku sembari memeluk Tante Ocha

Halah iki Anak lanangku kontole wis ngerasani tempike artis, Bejo yah kamu Puji Tante
Hehehe, Kan lagi dapet untung aja semalem. Kapan lagi bisa ngerasain kaya gitu
Tapi tante Gak marah kan? tanyaku memastikan
Endaak lah saying, kan kemarin Tante yang nyuruh, tante mana tahu bakal ada pesta seks segala, kalau tahu mah Tante gak bakal ngijinin. Sekarang udah kejadian mau gimana lagi. Jawab Tante sambil tersenyum

Makasih yah tante aku sayang Jawabku
Ihhh genit ihh Sahut Tante
Ihhh biarin sama Tante sendiri ini Jawabku sambil menyandarkan kepalaku dibahunya.

Tian sayanggg
Apaa Tante

Habiis ini kekamar yuuuk, Udah lamaa lohhh Tante gak ngerasaain dede gemesnya kamu

Aku tidak menjawab langsung ajakanya, tapi aku hanya tersenyum dan menganggukan kepala saja. Tante mengerti jawaban isyarat dariku kemudian ia segera menuju kamarnya untuk bersiap.
Tante memang seseorang yang penuh kejutan. Dalam keadaan seperti ini saja ia selalu menyuruhku untuk menunggu agar ia bisa memberikan sebuah kejutan kecil. Pernah suatu hari ia menyuruhku menunggu diluar kamar sebelum kamu memulai permainan kamu. Dan ternyata didalam ia sudah menyiapkan sederet lilin yang membuat suasana menjadi begitu romantis. Aku memang suka akan selara tante yang satu ini. Untuk kali ini aku tak tahu kejutan kecil apa yang akan dia berikan. Yang jelas semua yang ia berikan pasti aku akan menyukainya dengan senang hati.

Semabari tante didalam kamar dengan persiapanya. Aku dan Mba Icha menunggu di Sofa yang kami duduki sedari tadi. Kami melanjutkan obrolan tentang Zaskia Gotik yang belum selesai. Ia begitu sangat ingin tahu tentang kehidupan lain dari serorang artis penyanyi dangdut tersebut. Setelah puas mengetahui semua rahasia Zaskia ia bertanya padaku tenta sesuatu yang tidak kalah penting baginya.

Baaass, enaknya gue cerita gak yah sama tante Tanya Mba Icha.
Cerita apaan mba? tanyaku sembari menaikan kakiku dan menyilakanya
Yah tentang kejadian hari senen kemaren
Maksud mba waktu kita..
Iyaa waktu itu
Yah terserah Mba Icha aja sih, kalau Mba ngerasa perlu diceritain yah certain aja biar gak ada yang ngganjel.

Kemudian Mba Icha berfikir sejenak, ia sedikit mempertimbangkan sesuatu yang baginya cukup sacral dalam kehidupanya. Ia terlihat bimbang dan sedikit ragu akan keputusan yang akan dia ambil.

Kayaknya gue cerita aja deh Bas Sahutnya
Yakin Mba mau cerita ke tante sekarang tanyaku memastikan
Kayaknya gue yakin deh Bas, Lagian kalau disembunyiin terus lama lama Tante juga bakal tahu sendiri kan, makanya enakan langsung diceritain aja. Jelasnya.
Yah kalau gitu sih Aku dukung mba, Tapi mba gak keberatan kan? Sebenernya aku masih sedikit ganjel sih mba atas kejadian waktu itu. Tanyaku
Lo nggak usah ngerasa gak enak hati, lagian waktu itu kan emang gue yang mau kan. Jadi anggep aja memang hal itu harus terjadi. Toh kita berdua juga menikmatinya kan? Jelas Mba Icha
Syukur deh kalau gitu, aku jadi sedikit tenang. Lanjutku sambil tersenyum.

Lalu setelah cukup lama kami mengobrol akan apa yang Kami alami kami memutuskan untuk menyusul Tante Ocha didalam kamarnya. Aku membuka pintu kamarnya dan dari dalam sana sudah tercium bau aroma terapi yang begitu harum. Wanginya begitu menenangkan pikiran dan merilekskan badan. Wangi seperti ini memang selalu tercium ketika kamu memutuskan untukk melakukan hubungan seks. Tante mematikan lampu utama Kamarnya, Ia hanya menyalakan lampu kuning yang cukup remang disejumlah sudut yang menimbulkan suasana yang begitu romantis. Mba Icha bergegas menuju kamar mandi dan aku langsung menghampiri Tante yang tengah duduk menghadap cermin untuk memakai Hijab. Berbeda seperti tadi kini Ia mengenakan Hijab lengkap dan tertutup hingga rambut merahnya tak terlihat lagi. Berbeda dengan pakaian yang ia kenakan sebelumnya, kini ia memakai Baju Gamis panjang berwarna biru muda dengan hijab berwarna pelangi yang begitu senada dengan pakaian dan kecantikan alami Tante Ocha. Aku berdiri dibelakang tubuhnya. Kuletakan kedua tanganku dan sedikit memberikan pijatan dibahunya.

Tante menatapku dari cermin, ia begitu menikmati pijatan yang kuberikan. Ia melemaskan punggungnya dan memejamkan matanya, seolah ia menginginkan pijatan yang lebih lembut lagi. Akupun terus memijat punggungnya, terus kupijat hampir seluruh bagian punggungnya. Lalu aku merendahkan tubuhku lalu kutekuk dan kuletakan lututku diatas lantai. Kini tanganku berpindah pada lengannya keberikan juga sedikit pijatan disana yang membuat tante sedikit merasa releks. Beberapa kali tante menghembuskan nafas yang menandakan ia telah releks dan sangat menikmati pijatanku ini. lalu setelahnya kulingakarkan kedua lenganku diperutnya. Kupeluk dengan lembut lalu kutempelkan kepalaku dipunggungnya. Hmmmm wangi sekali punggung tante Ocha ini, Wangi yang selalu kudambakan selama ini. Aku memindahkan kepalaku dan kutempelkan dahuku diatas bahunya. Kupandang wajah cantik tante yang sedari tadi menatapku dari cermin.

Malam ini Tante terlihat cantik banget deh Kataku memuji
Halaaah, guombal terus kamu mah jawabnya tersipu malu atas pujianku
Ihhh bener tante sayang, Tian lagi gak ngegombal kok, jelasku
Kalau gak cantik mana mungkin dong Tian suka, yaah kan Tanya Tante.
Ahhh walau tante gak cantikpun Tian tetep suka kok sama Tante, habis Tian udah terlanjur suka sih sama Tante dari dulu Jawabku.
Ahhh kamu nih aaaahhh gombal lagi kaaan kata tante dengan nada bicara yang begitu menggoda.

Tantepun beranjak dari kursi riasnya, lalu ia berjalan menuju tempat tidur dan duduk disalah satu ujungnya. Tempat tidur tante yang begitu luas sudah tertata begitu rapi. Beragam aksesoris yang selama ini selalu menemani kami sudah tersusun diatas meja disamping tempat tidur. Akupun menghampirinya, kududuk dibawah lantai disamping kedua kakinya masih tertutup gamis panjang tersebut. Aku menaruh kepalaku diatas pahanya, lalu tante Ochapun mengusap rambutku dengan begitu lembut. Aku sangat suka diperlakukan manja seperti ini oleh Tante, seolah aku ini adalah anaknya sendiri. Aku menghadapkan wajahku kearah vaginanya, dan aku mengendus wangi daun sirih dari balik pangkal pahanya tersebut. Rupanya tante sudah membersihkan vaginanya dengan sabun sirih ketika aku dan mba Icha menunggu. Kudekatkan lagi wajahku kearah vaginanya untuk terus mengendus aroma yang begitu memabukan. Kulingkarkan tanganku di punggul tante dan kudekap semakin rapat.

Tiaan, Icha kemana yah Tanya Tante
tadi kekamar mandi dulu kan Jawabku
Kok lama banget yah, Ichaaaa Saaayaaaanggg kamu lagi ngapain didalam, yuuk kesini sayang Seru Tante memanggil Mba Icha
Iyaaa tante sebentar lagi, ini lagi pake baju dulu Seru Mba Icha dari dalam kamar mandi.

Tidak lama Mba Icha keluar dari dalam kamar mandi. Rupanya ia lama didalam kamar mandi karena ia berganti pakaiaan. Kini ia mengenakan Baju tidur dengan model yang sangat mini, hingga Tato kecil dipahanya terlihat. Mba Icha juga mengenakan sepasang stocing berenda berwarna hitam dikakinya yang membuatnya begitu terlihat menawan. Ia naik keatas tempat tidur dan duduk berlutup dibelakang punggung tante Ocha yang masih asik mengusap rambutku. Mba Icha lantas memelu Tante dan menaruh kepalanya dipunggung Tante Ocha. Ia terlihat manja ketika sudah seperti itu, seketika menghilangkan tampang jutek dari wajahnya.

Taan, Icha mau ngomong sesuatu Kata Icha membuka obrolan
Mau ngomong opo toh ndoo, kayak gak biasanya ajaah jawab tante
Hmmmm Tapii tante jangan kaget dulu yah kata Mba Icha agak ragu ragu antara mengutarakan atau tidak. Aku hanya diam saja karena aku tahu apa yang akan di utarakan oleh Mba Icha.
Mau ngomong opo toh sayang, kelihatanya penting banget e kata tante sambil membalikan badanya mengarah ke Mba Icha.

Aku segera berdiri dari paha Tante dan duduk disamping tante untuk mendengar pernyataan dari Mba Icha.

Ehhhh jadii,,,,,,
Jadi waktu hari senen ituuu. Mba Icha menghentikan ucapanya lalu melihat kearahku.
Iya hari senen kenapa sayang? Tanya Tante.
Hmmmmm. Mba Icha masih Ragu untuk mengatakanya

Jadii Waktu hari senen kemaren itu kan Tante berangkat kerja pagi pagi Setelah itu.
lalu dengan muka sangat malu dan sedikit tertekuk akhirnya Mba Icha memberanikan diri untuk mengatakannya.

hmmmm Gumam tante.
Setelah itu Icha samaa Bastiaan Mba Icha Sedikit menggigit bibir bawahnya.

Iya kamu sama Bastian kenapa? Tanya tante makin penasaran.

Icha sama Bastian

ML

Mendengar Pernyataan yang keluar dari bibir Mba Icha Tante Ocha langsung terdiam sejenak. Ia berusaha mencerna maksud dari perkataan Mba Icha barusan. Tante beusaha menatapku yang juga sedikit agak tertekuk. Lalu Mba Icha menggeser tubuhnya lalu duduk disamping tante Ocha.

Itu serius? Apa Kamu sedang bercandaTanya Tante memastikan.
Seriuuus Taan, Icha gak lagi boong apa bencanda Jawab Mba Icha sambil menganggukan kepalanya,
Bener apa yang diakatakan Icha barusan Tanya tante kepadaku. Lalu aku hanya menjawab dengan menganggukan kepalaku saja.

Tante kembali terdiam dan sejenak menghela nafas. Lalu tak lama Tante tersenyum begitu lebar. Wajahnya begitu terlihat bahagia setelah mendengar pernyataan dari mba Icha barusan. Ia menatap kami begantian lalu berusaha untuk memeluk tubuh Mba Icha. Tante memeluk tubuh mba Icha begitu erat seolah ia senang apa yang telah terjadi.

Tapi Icha sadar kanapa yang icha lakukan? Tanya Tante sembari mengusap rambut perak mba Icha.
Iya, habis gak tahu kenapa pagi itu Icha kepengen banget ngerasain ml lagi sama cowo, dan kebetulan Bastian ada disamping Icha. Yaah akhirnya Icha minta sama bastian . Jelas Mba Icha.
Hmmmm, apa ini gara gara kamu ml sama Vivi?
Yah mungkin aja sih Tan gara gara itu juga. Terus gimana dong tan?” tanya Icha sedikit bingung

“Loh kok gimana, itu berarti Icha sudah bisa nerima sosok Laki laki lagi dihidup Icha” Jawab tante
“Iya sih, kalau untuk Seks mungkin Icha udah bisa nerima tapi kayaknya belum deh kalau menerima perasaan Laki laki, kalau untuk itu Icha belum siap” Jelas Icha.
“Gak apa apa, kan pelan pelan sayang, tante gak maksa kamu buat suka lagi sama laki laki, dah pokoknya nikmatin aja, Tapi Tante pesen sama kamu Tian?” tanya tante padaku

“Apaaan Tan?” Jawabku
“Kalau kalian mau ML lagi silahkan, tapi tante pesen kamu harus pake kondom” Terang tante
“memang kenapa tante?” Kataku balik bertanya.

“Lohh Icha ini kan masih subur loh beda sama Tante, nanti kalau kalian ML lagi terus sperma kamu ketinggalan di dalam memeknya Icha terus Icha hamil gimana” jelas tante sedikit bersemangat.
“ohhh iya iya, kalau itu Tian juga Tahu kok”

Akhirnya Tante tahu bahwa aku dan Mba Icha pernah melakukan hubungan Seks. Ia sangat senang mendengar kabar ini. karena ia menganggap bawha Icha bisa kembali Normal seperti wanita kebanyakan. tetapi mungkin masih butuh waktu agar Icha benar benar bisa menerima laki laki seperti sedia kala, seperti sebelum ia tersakiti oleh lelaki yang pernah mencintainya. Hanya waktu yang bisa merubah pendirian Icha, hanya Waktu yang dapat membuat ia menerima cinta dari seorang laki laki. Mba Icha terlihat lega mengutarakan hal tersebut ia berkali kali tersenyum ketika menatapku. Mungkin ini sebuah takdir bahwa Mba Icha akan berubah dari penyimpangan seksualnya. dan Seseorang yang merubah itu adalah aku. Dalam hati aku tersenyum karena merasa telah merubah seorang wanita lesbian kembali pada kodratnya. Mungkin sedikit berlebihan bila aku mengatakan demikian, tetapi mau bagaimana lagi kenyataannya memang bersamakulah ia berhubungan. Terkait dengan Vivi mungkin dia tidak dianggap sebagai laki laki, karena Vivi memang seorang Transgender.

Akhirnya malam ini kami dapat tertawa lepas lagi, semua yang selama ini membelenggu sudah tidak menjerat lagi. Kulihat tawa gembira diwajah Mba Icha dan juga Tante Ocha. Aku naik keatas tempat tidur dan merangkul kedua wanita yang tengah berbahagia ini. Kudekap hingga kepala kami saling berhimpitan. Kulepas rangkulanku lalu kuberalih menggelitik pinggul Mba Icha, ia begitu kegelian dan tertawa terpingkal pingkal. lalu ia berusaha membalasku, ia naik keatas tempat tidur dan mengejarku lalu balik menggelitikku, aku juga terpingkal. Tante Ocha bediri dan memperhatikan kami berdua. Ia tertawa melihat tingkah kami, seolah ia menatap seorang kakak beradik yang tengah bermain. Aku dan Mba Icha memegang tangan Tante Ocha dan menariknya agar ikut naik keatas Kasur bersama kami. Perlahan Tante menuruti ajakan kami. Ia duduk bersandar diantara aku dan Mba Icha kemudian bergantian ia menatap wajah kami dengan senyumnya yang begitu menggoda.

“Berarti malam ini, kita bisa bener bener bermain bertiga dong”Tanya tante Ocha pada kami
“Hmmmmmm, Bisa dong” Jawab Mba Icha Bersemangat
“Ahhhhhh, kalau gitu Tante udah gak sabar pengen ngelihat Icha di Entotin kamu Tiaan”….

“Bersambung Dulu”

Author: 

Related Posts