Cerita Sex Tusuk Konde – Part 7

Cerita Sex Tusuk Konde – Part 7by adminon.Cerita Sex Tusuk Konde – Part 7Tusuk Konde – Part 7 Dukun Cabul Pagi itu Astrid masih termenung memikirkan beberapa kejadian semalam. Kejadian manis dengan Bimo yg membuatnya selalu tersenyum saat mengingatnya, dan kejadian mengerikan bagaimana tadi malam dia menghabisi nyawa seorang kakek tua yg menurut Romlah adalah orang yg telah membunuhnya. Romlah? Jadi mahluk yg bersemayam didalam jiwanya itu bernama […]

multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-0 multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-1 multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-2Tusuk Konde – Part 7

Dukun Cabul

Pagi itu Astrid masih termenung memikirkan beberapa kejadian semalam. Kejadian manis dengan Bimo yg membuatnya selalu tersenyum saat mengingatnya, dan kejadian mengerikan bagaimana tadi malam dia menghabisi nyawa seorang kakek tua yg menurut Romlah adalah orang yg telah membunuhnya. Romlah? Jadi mahluk yg bersemayam didalam jiwanya itu bernama Romlah, itu menurut pengakuannya semalam, dan diperkuat lagi dengan apa yg dikatakan oleh lelaki tua itu, yg juga memanggilnya Romlah. Pikir Astrid.
Sepertinya spekulasi bahwa dirinya memiliki kepribadian ganda telah terpatahkan. Tak mungkin hanya karna memiliki kepribadian ganda sehingga dia bisa melakukan hal ajaib seperti tadi malam, dimana tubuhnya dapat dengan mudah merayap diatas tembok bagaikan seekor laba-laba. Sepertinya konsultasi dengan psikiater tak akan banyak membantu. Pikir Astrid. Ini adalah sesuatu yg mistis dan gaib, itu yg terjadi pada dirinya.

Tusuk konde, ya, tusuk konde itu, semua ini berawal ketika dia menemukan benda itu, walaupun juga tidak bisa dipungkiri bahwa setelah kejadian itu ada pengaruh positif pada dirinya, yaitu dengan kembalinya kepercayaan dirinya yg setelah sekian lama terpuruk.

Mengapa tidak ku buang saja benda itu, pikir Astrid. Seraya dibukanya laci meja dikamarnya,dan diraihnya benda bertuah itu, lalu bergegas menuju tempat sampah didepan rumah. ” fuh..semoga roh sialan itu tak akan muncul lagi..” harap hati Astrid, sambil melangkah menuju kamarnya kembali, seusai membuang tusuk konde itu kedalam tong sampah.

Bukan main terkejutnya Astrid setibanya lagi dikamar, dilaci meja yg belum sempat diutupnya itu masih “nangkring” dengan manis tusuk konde yg baru saja dibuangnya, seraya dikucek-kucek matanya untuk lebih meyakinkan pandangannya.

Sial.. umpatnya dalam hati. Lalu diambilnya lagi benda itu, seraya ditutupnya laci meja tadi dengan rapat

Dengan mengendarai sepeda gunung, Astrid menuju kesebuah sungai kecil yg tak jauh dari rumahnya, kembali dilemparnya tusuk konde itu kedalam air sungai, dengan jelas dilihatnya benda itu tenggelam masuk kedasar sungai.

******

Dengan harap-harap cemas jari lentik itu menarik pengait laci meja dikamarnya, begitu perlahan dan hati-hati, layaknya seorang penjudi yg membuka kartu dominonya.

Kuprrreetttt… pekiknya. Kali ini tidak didalam hati, benda itu kembali telah berada didalam laci.

Paranormal? Pikir Astrid, seraya berpikir sesaat. Sepertinya memang paranormal yg menjadi pilihan Astrid, dan diharapkannya mampu mengatasi masalah mistis seperti itu.

Setelah browsing diintrnet untuk beberapa saat, pilihannya tertuju pada paranormal yg sedang populer saat ini, Ki Joko Goblok.. Paranormal nyentrik itulah yg diputuskan Astrid untuk dikunjunginya sore ini sepulangnya dari kampus.

******

Setelah berkeliling beberapa saat untuk mencari alamat yg dimaksud, akhirnya pada pukul enam sore Astrid tiba dikediaman paranormal populer itu. Sebelumnya ada keinginan Astrid untuk meminta Bimo agar menemaninya, tapi setelah dia pikir, akhirnya diputuskan untuk berjalan sendiri, dan tak ingin masalah yg dirahasiakannya itu diketahui oleh siapapun, termasuk Bimo, pertimbangannya adalah Astrid kawatir akan pembunuhan yg dilakukannya pada Handoyo dan Bagol dapat diketahui orang lain, terutama Bimo, pemuda yg baru saja menjadi kekasihnya.

Istana Wong Edan, itu yg tertulis pada gapura pintu gerbang kediaman sang paranormal, sebuah bangunan yg unik serta bernuansa mistis. Dihalaman parkirnya tampak berjejer beberapa mobil yg adalah milik dari para tamu yg juga datang ketempat itu dengan berbagai maksud dan tujuan.

Dilangkahkan kakinya menuju ke Lobi. Seorang wanita muda dengan tersenyum ramah mempersilahkan Astrid untuk duduk dikursi diseberang mejanya, seraya menyuruhnya untuk mengisi semacam buku tamu.

“Sebelumnya ingin kami beritahukan kepada mbak,mengenai menu-menu yg kami miliki, mungkin barangkali mbaknya tertarik..” jelas wanita itu, sambil memperlihatkan selembar kertas kartun cetak kepada Astrid.

“Beberapa menu yg kami punya disini antara lain adalah pelet, santet, ngepet, gendam dll. dan kami juga punya Ajian jaran goyang, ini cocok untuk wanita agar suami tetap lengkat, atau untuk wanita simpanan juga bagus… bagaimana mbak, apa mbak tertarik? Ini lagi promo lho mbak, biasanya tarifnya enggak segini..banyak kok artis-artis kita yg ambil ini. Saya yakin ini sangat cocok untuk Artis seperti mbak..” jelas wanita itu antusias.

” Oh maaf, saya kurang tertarik mbak, saya cuma mau konsultasi..” jawab Astrid

” Oh,pasti agar job mbak didunia entertement selalu lancar kan?..kalau begitu mbak cocoknya pakai yg ini..pelet. Bagaimana mbak?”

” Maaf mbak, saya tidak tertarik..dan lagi pula saya bukan artis..” ujar Astrid, mulai sedikit kesal.

“Oh, begitu..kalau begitu mbak bisa langsung keruang tunggu, ini nomer antriannya..” jelas wanita itu, seraya memberikan kartu nomer antrian kepada Astrid.

” Oh iya mbak..bagaimana dengan Tuyul, bisa dicoba nih mbak, kalau ingin melihara.. ini lagi diskon besar-besaran lho..” tawar wanita itu, yg tak ditanggapi oleh Astrid dan langsung menuju keruang tunggu.

Ternyata memang lumayan banyak pelanggan paranormal yg satu ini, mungkin sekitar tiga puluhan orang, tampak beberapa wanita dengan penampilan glamour yg sepertinya dari kalangan entertain, ada juga pria setengah baya bertubuh tambun, entah itu dari kalangan pejabat atau pengusaha.

Setelah memperkirakan antriannya bakalan lama, Astrid memutuskan untuk keluar terlebih dahulu, disamping perutnya yg juga sudah menagih untuk makan malam.

*****

Pukul 8 malam Astrid sudah berada kembali diruang tunggu itu, pelanggan yg duduk mengantri disitu sepertinya sudah mulai berkurang, walaupun tampak olehnya beberapa muka baru.

Sekitar satu jam kemudian tibalah gilaran nomer antrian Astrid yg dipanggil, yg segera Astrid masuk kedalam ruang praktek sang paranormal.

Selamat malamsilahkan duduk apa yg bisa saya bantu? Mmm..Mbak Nadine toh?” Sapa sang paranormal itu, sambil mengelus-elus janggutnya yg tak seberapa lebat. Rambut ikalnya yg gondrong terurai hingga melebihi bahunya, senyumnya cukup ramah, memperlihatkan gigi-giginya yg besar dan beberapa berwarna kuning kehitaman karna nikotin.

Oh, maaf pak.. saya bukanlah orang yg bapak maksud bantah Astrid

Lho..ini bukannya Mbak Nadine Chandrawinata toh? Oh, maaf kalau begitu, saya kira sampeyan mbak Nadine, maklum klien saya sebagaian besar dari kalangan artis, disamping juga para pejabat tentunya oh iya ini dengan mbak siapa ya?

Saya Astid pak, dan maksud saya.. belum habis perkataan Astrid, pria nyentrik itu segera memotongnya.

Oh, maaf jangan panggil saya pak, pelanggan saya biasanya memanggil saya Ki sesuai dengan nama saya Ki Joko Goblok tapi jangan salah paham, walaupun nama belakang saya Goblok, tapi orang-orang menyebut saya orang pinter tapi itu urusan mereka, sekarang sampeyan ceritakan apa kepentingan sampeyan datang kemari .

Akhirnya Astrid menceritakan semua kejadian-kejadian aneh yg pernah dialaminya pasca dirinya menemukan tusuk konde, yg juga diperlihatkannya benda itu kepada sang dukun, kecuali kejadian tentang pembunuhan Handoyo dan Bagol yg sama sekali dia tidak singgung.

Oh, begitu toh ceritanya Kliwon.. juko ne aku kemenyan ndangdi bakarke sisan yo ujar Ki Joko, seraya diperintahkan pesuruhnya untuk mengambilkan kemenyan dengan menggunakan bahasa daerah yg tidak begitu dipahami oleh Astrid.

Sebuah mangkuk kecil terbuat dari tanah liat yg berisikan kemenyan yg telah dibakar kini telah berada dihadapan sang dukun, tusuk konde yg diberikan astrid juga telah berada digenggaman pria berusia sekitar 40 tahunan itu.

Tangannya yg memegang tusuk konde diletakan tepat diatas bakaran kemenyan itu, kepulan asap mulai menyelimuti ruangan, menyebarkan aroma khas yg berbau mistis. Tangan Ki joko terlihat bergetar, tusuk konde yg berada ditangannya seolah-olah adalah benda berat yg begitu membebaninya, hingga terlihat gigi-giginya yg besar dan kekuningan itu bergemeletuk, kedua matanya terpejam, dan dari mulutnya keluar mantra-mantra yg kurang dipahami oleh Astrid.

Setan gundul..setan belang..kalong wewe..gendrowo..tuyul panjul..gundul peringis.. rewangano aku.. rewangano akundang teko..ndang teko wis tak cepa ke jembut ireng karo telek turuk.. ndang teko..ndang teko

Beberapa saat kemudian dukun itu tiba-tiba menghentikan aksinya, ekspresi wajahnya bagai sehabis melakukan pekerjaan yg melelahkan, seraya dirinya menarik nafas panjang.

Berat..berat terlalu kuat..terlalu binal..dan terlalu jahat.. ucap sang dukun

Apa maksudnya Ki? tanya Astrid, tak mengerti dengan apa yg dikatakan sang dukun

“Berdasarkan hasil terawang saya barusan, yg dibantu oleh para perewangan saya, bahwa roh penunggu tusuk konde ini adalah seorang perempuan. Seperti yg sampeyan ceritakan bahwa benda ini tertanam dibawah bantalan kereta api kayu ulin, atau biasa juga disebut dengan kayu hitam, adalah media yg memiliki kekuatan tertentu untuk menyimpan roh gaib, karena roh yg bergentayangan merasa sangat nyaman dan kerasan berada ditempat itu, media itu yg biasa digunakan oleh dukun-dukun di kalimantan untuk menyimpan roh nenek moyang mereka..” jelas Ki Joko, seraya dihentikan penjelasannya sejenak untuk membasahi kerongkongannya dengan mereguk segelas kopi.

“Bersemayamnya roh itu selama berpuluh-puluh tahun pada kayu itu, membuat roh itu memiliki kesaktian yg luar biasa, ditambah dengan unsur logam yg berada disana, yaitu rel kereta api, unsur logam yg keras membuat roh itu juga menjadi kuat…. Tapi roh ini juga binal, nafsu syahwatnya luar biasa, yg ini adalah akibat pengaruh lingkungan. seperti diketahui, sudah semenjak dari jaman Belanda sampai sekarang, diwilayah sekitar stasiun Jatinegara sering dijadikan tempat untuk praktek mesum oleh pelacur2, terutama digerbong-gerbong bekas yg telah tak terpakai.. Jadi kesimpulannya alam dikesitarnyalah yg membuat roh yg sebelumnya tidak memiliki kekuatan apa-apa itu, kini berubah menjadi begitu sakti dan kuat.. ”

Hubungannya dengan tusuk konde ini adalah bahwa benda ini merupakan benda pribadi yg sering digunakannya, mungkin tusuk konde inilah benda yg terakhir dipegangnya saat menjelang kematian, sehingga roh yg telah terlepas dari raganya itu menyusup masuk kedalam tusuk konde ini tapi, benda ini tak akan berpengaruh apa-apa bila dimiliki oleh orang yg tidak memiliki hubungan darah dengan roh pada tusuk konde ini artinya,seandainya yg menemukan benda ini tidak memiliki hubungan darah dengan sipemilik roh, maka roh itu tak akan bisa merasuk ke dalam diri orang itu.. jelas Ki Joko

Jadi maksud Ki Joko saya memiliki hubungan darah dengan roh itu? bagaimana mungkin, sedangkan saya anak tunggal bantah Astrid

Saya tidak mengatakan hubungan darah satu ibu atau satu ayah..ini bisa saja hubungan darah nenek,atau bibi dll jelas Ki Joko

“Jadi..bagaimana ki, apa bisa roh itu dijauhkan dari saya..?” tanya Astrid

“Sebenarnya sih bisa saja, tapi ada beberapa sarat yg harus dipenuhi” ujar Ki Joko,msambil mengusap-usap janggutnya.

“Apa itu saratnya ki..?”

“Terus terang saratnya tidak terlalu sulit, tapi juga tidak terlalu mudah.. Ya, susah-susah gampang lah” terang Ki Joko, sambil sesekali melirik pada belahan dada Astrid yg terbungkus t-shirt.

“Saratnya adalah jembut ireng dan telek turuk, atau istilah Indonesianya rambut kemaluan dan air mani wanita.. Perincianya adalah 7 helai rambut kemaluan dan 7 tetes air mani wanita.. Ini bukan saya yg minta lho..itu permintaan para dedemit perewangan saya, yg membantu proses pengusiran roh itu dari diri sampeyan..” terang Ki Joko

“Lalu dari mana mendapatkan sarat-sarat itu semua ki?” tanya Astrid

“Ya tentu saja dari diri sampeyan, mmm.. maksud saya dari anunya sampeyan sendiri.. Itu terserah sampeyan, kalau sampeyan keberatan ya tidak apa-apa, dan roh itu tetap akan bersemayam ditubuh sampeyan..bagaimana?” ujar Ki joko, sambil berlaga acuh.

“Maksudnya dari kemaluan saya sendiri?” kejut Astrid, sambil memelototkan matanya kearah Ki Joko yang saat itu mulai menghisap rokok lisongnya.

“Iya, dari anu sampeyan itu” jelas Ki Joko sambil sedikit memonyongkan bibirnya kearah selangkangan Astrid

“Apa enggak ada sarat yg lain Ki?” tawar Astrid, agak sedikit sewot

“Lho..sampeyan gimana toh..sarat itu eggak bisa ditawar-tawar, bisa malah runyam urusannya, ini bukan urusan sembarangan, ini urusan dengan dedemit-dedemit..saya gak berani main-main, bisa celaka nanti..” ujarnya, seraya dihisap rokok lisongnya yg berukuran cukup besar itu.

“Baiklah kalau begitu saya setuju, besok akan saya bawa semua persaratan yg Ki Joko minta” setuju Astrid

“Lho..lho..lho.. Apa maksudnya itu? Tidak bisa begitu… Pengambilannya harus dilakukan disini dan oleh saya sendiri, itu adalah bagian dari ritual” sanggah Ki Joko

“Apa? Jadi Ki joko yg melakukannya sendiri pada organ pribadi saya?” bukan main terkejutnya Astrid dengan yg dikatakan Ki joko.

“Ya, saya sih enggak maksa, kalau sampeyan keberatan ya tidak apa-apa, paling-paling roh itu akan selamanya ngendon ditubuh sampeyan.. .ingat, roh itu sangat jahat dan ganas hiiiiii…” ujar Ki joko, menakut-nakuti Astrid

Betapa bingungnya Astrid dengan sarat-sarat yg diajukan itu, sebuah dilema yg cukup sulit untuk dipilih, disatu pihak dia harus rela organ intimnya “diobok-obok” oleh lelaki yg penampilannya sungguh jauh untuk dikatakan tampan itu, sementara disisi lain dia juga harus menghadapi roh Romlah yg hampir setiap malam selalu mengontrol jiwanya. Namun setelah berpikir secara bijak, diputuskannya untuk menuruti persaratan yg diajukan oleh paranormal itu, sudah separuh jalan pikirnya, dia tak ingin pulang dengan tanpa hasil, toh sudah terlanjur dia mengantri dengan begitu lama, ditambah lagi dengan provokasi dukun itu, yg mengatakan bahwa roh itu sangat jahat dan ganas, yg membuat ciut hati Astrid.

“Baiklah Ki, saya bersedia.. Kapan saya harus melakukannya?” pasrah Astrid

“Ya kalau bisa sekarang, lebih cepat lebih baik..semakin lama dia bersemayam didalam tubuh sampeyan, roh itu akan semakin kuat, dan akan semakin sulit untuk diusir..” jelas Ki joko

“Nah kalau begitu sekarang bisa langsung kita mulai ritualnya.. Kliwooon..jiko ke gunting karo piring” ujar Ki joko seraya menyuruh pembantunya untuk mengambilkan gunting dan piring

“Injih ki..sekedap” jawab sang pelayan, yg hanya beberapa saat telah tiba dengan gunting dan piring kecil ditangannya.

“Yo wes..saiki kowe ning jobo wae yo..ojo mlebu nek durung tak celuk…aku ameh nglakoni ritual sik” perintah Ki joko kepada pembantunya agar keluar selama proses ritual yg akan dijalankannya.

“Ehem..maaf, coba tolong dilepas pakaian sampeyan” pinta Ki joko kepada Astrid

Walaupun dengan agak kikuk,akhirnya Astrid melepaskan celana jeansnya, yg sesekali mata dukun itu melirik kearah selangkangan Astrid yg masih terbungkus celana dalam.

“Celana dalamnya sekalian..” ingat Ki joko, saat Astrid melipat celana jeansnya.

“Iya ki..sabar” jawab Astrid kesal.

Melongo sesaat Dukun nyentrik itu kearah selangkangan Astrid, saat celana dalam yg membungkusnya telah dilepas oleh si empunya.

“Oh iya, atasannya sekalian ya..maksudnya kaosnya dilepas juga..sampai betul-betul bugil” ujar Ki joko.

“Kenapa harus semuanya sih ki, katanya cuma mau ambil dari ini aku aja, kenapa juga harus buka baju segala?” kesal Astrid

“Lho, memang harus begitu..biar lebih marem alasan Ki joko.

Akhirnya Astrid menuruti apa yg dikatakan sang dukun untuk melepas juga t-shirt beserta BH yg membalut buah dadanya. Kini Astrid sudah benar-benar bugil, berdiri canggung didepan Ki joko goblok yg ditangan kanannya memegang gunting.

“Sekarang saya mulai mengambil tujuh helai bulu jembut sampeyan yg akan saya pergunakan untuk persembahan para dedemit yg akan melakukan pengusiran roh yg ngendon ditubuh sampeyan itu” terang Ki joko seraya mulai menggunting rambut kemaluan Astrid sambil sesekali jakunnya turun naik karna menelan ludah.

“Nah lengkap sudah tujuh helai bulu jembut..” seraya diletakannya bulu-bulu itu diatas piring.

“Sekarang saatnya saya akan keluarkan air mani sampeyan..” ujar Ki joko seraya memasukan jari tengahnya kedalam lubang memek Astrid.

“Eh..eh.. Apa-apaan nih…koq main colok aja sih ki, yg bener aja dong..? ” tolak Astrid, sambil menampik tangan Ki joko.

“Lho, ya memang begini…sudah aturannya seperti itu, sudah pakemnya..gak bisa dirubah.. Wes sampeyan meneng wae, biar semua saya yg ngatur.. ritual ini sudah berjalan lho, gak bisa dihentikan..nanti bisa ngamuk dedemit-dedemit itu..paham sampeyan” terang Ki joko.

“Ya sudah, terserah lah ki..” pasrah Astrid, sepertinya memang tak ada pilihan lain,pikirnya.

Tubuh bugil Astrid kini duduk disebuah kursi, sementara Ki Joko Goblok mulai melakukan aksi ritualnya, yg sambil duduk berjongkok dibawah kursi, jari tengahnya mencolok-colok lubang memek Astrid turun naik secara berirama.

Tak bisa dipungkiri, untuk hal yang satu ini dukun nyentrik itu benar-benar memiliki keahlian yg bisa menghanyutkan gairah wanita, itu yg mulai dirasakan Astrid, yg sebelumnya ada perasaan kurang mood dengan penampilan sang dukun yg kurang mendukung gairah seksualnya, kini Astrid betu-betul terangsang, sepertinya sentuhannya itu betul-betul mengetahui letak titik sensitifitas Astrid, sentuhan yg benar-benar pas. Hingga mata Astrid terpejam, tangan kanannya mulai menjambak rambut keriwil sang dukun, pikirannya mulai berfantasi mengangankan orang yg dicintainya yaitu Bimo, Astrid membayangkan Bimo sedang menghujamkan batang kontolnya kedalam liang memeknya, hingga mulutnya mulai mendesah yg mengisyaratkan rasa nikmat yg tengah dialaminya.

Zzzzzzzzz.aaaaaaaaaahhhhhhhhh. terus Bimpuaskan aku Bimaaaaahhhh erang Astrid, kaki kanannya mulai diangkat menjuntai dipundak Ki joko.

Asuuuaku yg bikin enak,malah orang lain yg disebut Bim? siapa itu.. Bim sala Bim.. umpat Ki Joko dalam hati, sambil terus mencolok-colokan jari tengahnya dengan semakin cepat dan bertenaga.

Clok..clok..clok… Suara kocokan jari tengah Ki joko pada liang vagina Astrid yg mulai basah oleh cairan birahi menimbulkan suara gemelocok yg riuh, sementara Astrid semakin terbuai oleh aksi yg diberikan dukun itu, kakinya tampak menegang lurus seperti berjinjit, seiring desahan yg keluar dari bibirnya yg semakin ramai.

Melihat reaksi Astrid yg seperti itu, Ki joko semakin percaya diri dengan apa yg dilakukannya, tangannya mulai berani meremas-remas payudara Astrid, sementara lidahnya menyapu kesekujur paha, dan semakin merayap hingga ke area memeknya, itil yg berwarna ping dengan rakus dikulumnya, atau sesekali digigit lembut oleh gigi-giginya yg kuning kehitaman itu.

“Mmmm..nyem..nyem..nyem..slap..sryuuufffhhh…sryu uuufffhhh…aaahhhh.. Enak’ee..enak’ee.” gumam Ki joko kenikmati “hidangan” spesial itu. Cairan bening memek Astrid tampak melumuri bibir tebalnya sehingga tampak berkilat.

Aksi ” finger-sex” yg dipadu dengan aksi oral oleh Ki joko goblok membuat pertahanan Astrid bobol, ditandai dengan lengkingan keras dari mulutnya. Dengan cepat Ki joko mengambil piring yg telah disediakan sebelumnya, seraya semakin dipercapatnya kocokan jari tengahnya pada memek Astrid.

Aaaaaaaaaahhhhh.aku keluar kiii.aaaaaaahhhh pekik Astrid histeris, sambil mengelinjang-gelinjang kasar, hingga kursi yg didudukinya bergerak-gerak seirama gelinjangan tubuhnya

Srrooootttt….srrooooott… Srrooootttt…Momen squirting orgasme yg luar biasa terjadi pada Astrid, semprotan air maninya keluar dengan cukup deras, terjadi hingga 3 sampai 4 kali semprotan, beberapa semprotan mengenai piring yg sengaja ditadahi oleh Ki Joko, sisanya dengan rakus ditadahi oleh mulutnya sendiri, walaupun beberapa mengenai wajah dan rambutnya, yg langsung dikenyam-kenyam lalu ditelannya.

Gimanaenak tohenak ndak? goda Ki Joko Goblok sambil mengulum sisa-sisa air mani Astrid yg melekat pada jari tangannya. Astrid hanya tersipu malu menanggapi godaan dukun itu. Memang diakui Astrid, sentuhan jari yg dilakukan Ki Joko benar-benar membuatnya puas, ada sensasi tersendiri yg dirasakannya, sehingga dirinya mencapai orgasme dengan demikian dahsyat.

Tubuh Astrid yg masih telanjang hanya menggelosor lemas diatas kursi, rasa letihnya sehabis melakukan pendakian yg melelahkan membuatnya menunda sejenak keinginannya untuk segera mengenakan pakaiannya kembali. Sementara Ki Joko kini sibuk menakar air mani Astrid yg berada dipiring, jari telunjuknya dicelupkan pada pada air mani yg menggenangi piring itu, seraya diangkatnya dan diteteskannya pada cawan pedupaan yg masih mengepulkan asap kemenyan.

“Satu tetes…dua tetes..tiga tetes… Kurang empat lagi ” hitung Ki Joko, seraya kembali jarinya dicelupkan pada piring yg berisi air mani.

“Nah..lengkap sudah tujuh tetes air mani wanita, tinggal kita padukan dengan tujuh lembar bulu jembut sampeyan he..he..he..” ujar Dukun itu setelah melengkapi tujuh tetes air mani Astrid yg disaratkan, seraya dengan rakus dijilatinya permukaan piring yg masih terdapat sisa-sisa air mani, Astrid hanya tersenyum melihat ulah sang dukun yg baru saja memberikan kenikmatan lewat aksi penetrasi jarinya itu.

*****
Pandangan Astrid tertuju pada jam dinding diruangan itu, yg saat itu mendekati pukul sepuluh malam. Dan biasanya jam-jam seperti inilah roh yg bersemayam didalam jiwanya itu mulai menunjukan eksistensinya. Astrid berharap roh itu jangan dulu muncul saat ini, ia tidak mau semua usaha yg dilakukannya digagalkan oleh roh itu, dan ini semua disebabkan karna terlalu lamanya antrian sialan tadi, hingga sampai malam begini belum juga rampung urusannya.

Seperti bertolak belakang dengan apa yg dikawatirkan, saat itu juga terdengar oleh Astrid suara makian roh Romlah pada dirinya.

“Jahanam kau, perempuan bodoh…rupanya kau bermaksud mengusirku..” bisik suara itu dengan nada penuh kemarahan, bukan main terkejutnya Astrid, rasa takut mulai menjalarinya, dia kawatir roh itu akan melakukan hal yg jauh lebih buruk padanya setelah mengetahui bahwa Astrid ingin menyingkirkannya dengan bantuan dukun itu.

“Dasar tak tau diuntung kau…setelah kubantu kau melenyapkan orang yg paling kau benci, lalu kukembalikan kepercayaan dirimu…yg sebelumnya kau hanyalah perempuan pengecut yg tak lebih dari tikus comberan…bahkan kini kau telah berhasil merebut hati laki-laki tampan yg sebelumnya hanya ada didalam kayalmu… beraninya kau ingin mencampakan aku…” hardiknya

“Hmmm..tapi baiklah, sepertinya lebih baik aku bersenang-senang dulu dengan dukun cabul ini..” bisik suara itu, yg diikuti dengan senyum yg mengembang pada wajah Astrid, yg kini telah terjadi perpindahan kendali pada jiwanya, kini sepenuhnya Romlah yg mengendalikan raga Astrid.

Tubuh yg sebelumnya menggelosor lemas diatas kursi kini bangkit dengan senyuman mesum yg menghias dibibirnya, dihampirinya Sang dukun yg masih asik dengan persiapan ritualnya.

Ki..kita bersenang-senang dulu deh sebentarsaya masih penasaran nih, sama anunya Ki Jokosentuhan jari tangannya saja begitu nikmat, bagaimana burungnya tuh..hi..hi..hi.. goda Astrid, yg kini sudah berada dibelakang Ki Joko yg duduk bersila dihadapan pedupaan. Astrid yg berada dibelakang Ki Joko mulai melingkarkan tangannya dipundak sang dukun, seraya disapukan lidahnya pada lehernya.

He..he..he.. dasar wong wedok, kalau sudah ada maunya ya begini ini tadi sok jual mahal..sekarang malah minta nambah he..he..he.. itulah hebatnya sentuhan saya.. siapa dulu? Ki Joko Goblok gitu looo ujar Ki Joko, yg bukan main senangnya, karna syahwatnya sebetulnya memang sudah berada diujung tanduk karena terangsang oleh kemolekan tubuh Astrid, dan sampai saat itu masih menuntut pelempiasan, kini justru Astrid sendiri yg menawarinya.

Iya deh ki aki emang hebat dehayo ki, udah enggak tahan nih.. kali ini tangan Astrid merayap keselangkangan ki Joko, meremas batang kontolnya yg masih terbungkus didalam celana hitam katun khas pemain pencak silat itu.

Ki Joko yg merasa mendapat angin segera berbalik, seraya membuka seluruh pakaiannya hingga keduanya kini sama telanjang bulat. Dengan langkah yg menggoda Astrid menuju kekursi, seraya direbahkan dirinya dan diangkat kedua kakinya. Kedua tangannya kini menyibak bibir memeknya memperlihatkan keratan daging berwarna merah yg tampak licin berkilat oleh cairan vagina.

Dengan merangkak bagaikan seekor anjing Ki Joko menghampiri Astrid, seraya lidahnya mulai dijulurkan, slap..slap..slap.. lidah itu menjilat-jilat area memek Astrid, sesekali bibir hitamnya mengecup dengan rakus pada lubang senggama Astrid.

Zzzzllllrruuuuffffff.mmuuaaahhhhhhhnyaaemmmnya aeemm ..segeeeerrrrrr guman Ki joko, seraya menelan sisa-sisa cairan vagina yg masih melekat pada memek Astrid.
Aaaahhhhhterus kijilatin memek aku kimakan ki.telen…iyaa.uuuhhh.. Racau Astrid sambil menjambak rambut Ki Joko.

Nih..Ki..jilatin sekalian lubang pantat sayaayo ki.. perintah Astrid dengan binal sambil mengangkat sedikit pantatnya, sehingga lubang anusnya tepat barada didepan hidung Ki Joko.

He..he..he silitini yg paling saya suka sampeyan memang benar-benar mengerti kesukaan saya.. ujar Ki joko, seraya diposisikan ujung lidahnya tepat pada lubang anus Astrid, lalu lidah itu mulai bergerak menggelitik, yg membuat Astrid menggelinjang sambil mengangkat-ngangkat pantatnya.

Aaahhhhterus ki.enak ki, aaahhh jilat terus lubang pantat saya kizzzzzuuuuhhhh gumam Astrid.

claaapp..claappclaapp.. srrruuuffffhhhsrryyyuuuffffhhsedeeeeeeppp aromanya benar-benar josssaaahhhh Gumam Ki Joko, yg kedua ibu jarinya kini menyibak lubang anus Astrid.

Beberapa Saat kemudian Ki Joko berdiri, sehingga batang kontolnya yg hitam dan sedikit burik mengarah tepat didepan wajah Astrid.

Ayo, sekarang giliran sampeyan yg ngemuti kontol sayahe..he..he.. pinta Ki Joko sambil sambil mengacungkan batang kontolnya yg tak seberapa besar itu.

Kini batang kontol dukun cabul itu berada didalam hisapan mulut Astrid yg kepalanya mulai bergerak maju mundur

Aaaahhhhh.maknyussmaknyussssenak tenaaaannenyot teruuuuussss.enak toh batang kontol ku gumam Ki joko, yg sesekali memejamkan matanya sambil kedua tangannya memegang kepala Astrid.

Tiba-tiba tangan Ki Joko menekan kepala Astrid dengan kuat keselangkangannya, sehingga batang kontolnya masuk seluruhnya kedalam mulut Astid, lalu ditahannya beberapa saat momen itu, hampir tak bisa bernafas Astrid dibuatnya, untuk kemudian ditariknya kembali yg membuat Astrid ngos-ngosan dan sedikit terbatuk-batuk karna tenggorokannya yg tersentuh batang kontol ki Joko.

he..he..he.. mantep toh nih sekali lagi.. ujar Ki Joko serasya mengulangi aksi yg dilakukan sebelumnya.

Beberapa saat kemudian Ki Joko berdiri membelakangi Astrid, seraya sedikit menunggingkan bokongnya.

Ayo sekarang gantian jilatin pantat saya perintah Ki Joko sambil memperlihatkan pantatnya yg hitam, kedua tangannya digunakan untuk menyibak lubang anusnya, yg pada sekitar areanya ditumbuhi bulu-bulu.

Sambil masih duduk dikursi, tangan Astrid memegang bokong Ki Joko, lidahnya mulai menjulur menjilati dengan tanpa jijik lubang anus Ki Joko, bahkan ujung lidahnya berusaha menerobos kedalam liang pelepasannya itu, seraya digerakannya maju mundur seperti berpenetrasi.

Waaaddduuuuhhhhhh.enak tenaaaannn jilat terus silit ku.aaaaawwww racau Ki Joko, menikmati aksi lidah Astrid yg merangsak masuk kedalam lubang analnya.

Ki joko yg sudah terbakar nafsu dengan sentuhan lidah Astrid yg bergerilya dilubang anusnya, segera berbalik dan mendorong tubuh Astrid, seraya ditancapkan batang kontolnya kedalam memek Astrid yg duduk mengangkang dikursi.

Hantaman bokongnya langsung bergerak dengan kecepatan yg tinggi dan bertenaga, sehingga rambut gondrongnya bergriyap-griyap seirama gerakan pantatnya.

Sementara kedua tangan Astrid mencengkram punggung Ki joko, cengkramannya yg kuat nyaris melukai punggungnya. Kini mulut Ki joko dengan gigi-giginya yg kuning kehitaman melumat dengan rakus bibir indah Astrid yg ranum, Ludah Astrid yg menggumpal pada mulut dan dagunya dihirup dengan rakus oleh Ki joko, bagaikan musafir kehausan yg mendapatkan secawan air dipadang pasir.

Hingga beberapa menit kemudian Astrid melenguh keras seiring dengan puncak orgasme yg dirasakannya.

“Aaaaaaaahhhhhhhhhh….” lenguh Astrid, kali ini tangannya yg mencengkram punggung Ki joko benar-benar memberikan sedikit luka cakaran pada punggung sang dukun.

Beberapa detik lemudian Astrid terdiam,seiring birahinya yg telah tuntas dan telah terlampiaskan.

“Sekarang sampeyan nungging..biar tak entot silit sampeyan..” perintah Ki joko, seraya mencabut batang kontolnya dan membalik tubuh Astrid yg telah terdiam tak berdaya.

Kini tubuh Astrid dalam posisi menungging, dengan tangannya yg memeluk sandaran kursi, sementara lututnya bertumpu pada dudukannya. Dijilatinya sejenak lubang Anus yg akan disodominya itu, lalu seraya berdiri mengarahkan ujung zakarnya tepat pada pusat anus Astrid.

Blesss…batang kontol yg sebelumnya telah dibaluri air liurnya dengan tak terlalu sulit masuk menembus lubang anal Astrid, ukuran kontol yg tergolong tidak besar memudahkan proses penetrasi didalam lubang dubur Astrid.

“Aaaahhhh…. Enak’e lubang silit sampeyan…betul-betul legit… Gandrung aku …gandrung…” racau Ki joko, sambil menggerakan bokongnya maju mundur dengan berirama.

Tak berapa lama kemudian tubuh Ki joko mengejang, dari mulutnya keluar lenguhan keras

Aaaaaaaaa.Assuuuuuuuu.enak tenaaaaaannnn.. pekiknya

Crottt…croottt..crooottt… Semburan air maninya menyirami lubang anus Astrid. Hingga beberapa detik kemudian gerakannya mulai mengendor dan akhirnya diam sama sekali, seraya dicabutnya batang jakar yg masih menancap dalam lubang anus Astrid, plup…keluarnya batang kontol diikuti dengan lelehan air mani dari dalam anus Astrid.

“Huuuuuhhhhh…puas tenan akuuu… jan temonjoo..temonjoo..” puas Ki Joko, sambil merebahkan tubuh telanjangnya diatas lantai.

******
“Wah, Ki Joko benar-benar luar biasa..” puji Astrid yg kini telah duduk mengangkangi tubuh Ki joko yg rebahan telentang dilantai, seraya dikecupnya bibir hitam Ki joko.

“Buka mulutnya ki..biar saya kasih hadiah untuk kehebatan Ki Joko..ayo buka ki..aaakkk” pinta Astrid, yg segera dituruti oleh Ki joko.

Mulut Astrid yg berada sekitar 30 cm diatas mulut Ki joko mengeluarkan cairan kental yg bergerak lamban jatuh kedalam mulut Ki joko yg menganga, yg dengan rakus ditelannya langsung ludah kental Astrid oleh dukun itu.

“Gimana ki..enak? ”

“Enak..sedaaap.. lagi dong sayang..” pinta Ki joko yg langsung dituruti oleh Astrid dengan meludahi mulut Ki joko beberapa kali.

“Ada bonus yg lebih spesial lagi nih ki…pasti Ki joko ketagian deh…” goda Astrid, dengan senyum menggoda diwajahnya.

“Apa lagi sayang..ayo dong, apa itu…aku udah gak sabar nih..” rajuk Ki Joko

“Kali ini Ki joko harus tutup mata…ini surprise lho ki..” ujar Astrid, yg langsung dituruti oleh Ki Joko untuk memejamkan matanya.

“Buka mulutnya lebih lebar lagi ki..” pinta Astrid

“Aaaaaaaakkk…tu dah paling lebaaarrr” turut Ki Joko, dengan membuka mulutnya selebar mungkin.

Kini tangan kanan Astrid dengan perlahan meraih cawan pedupaan, masih terlihat didalam cawan itu bara kemenyan yg merah menyala mengepulkan asap.

Pedupaan itu telah sepenuhnya berada dalam penguasaan Astrid.

“Ayo ki..tetap memejamkan mata…buka mulutnya yg lebar..satu..dua..tiga…” bara kemenyan yg menyala itu dituangkannya semua kedalam mulutnya yg menganga, diikuti pekikan keras Ki Joko akan kejutan spesial yg diberikan Astrid itu. tubuhnya yg berusaha untuk berontak tertahan oleh himpitan tubuh Astrid yg mengangkanginya dari atas, ditambah dengan kedua tangan Astrid yg kini dengan kuat menahan pegelangan Ki Joko, sehingga dukun nyentrik itu benar-benar tak berkutik, bau aroma mistis kemenyan berpadu dengan bau daging terbakar mulai menyelimuti ruangan itu, berbaur dengan pekik kesakitan yg dirasakan Ki joko karna mulutnya yg dijejali oleh kemenyan yg membara.

Tangan Astrid kini mulai merayap, meraih tusuk konde disampingnya.

“Rasakan ini dukun cabul…” lalu…jleeppp…satu kali tusukan dihujamkan tepat pada leher Ki Joko, yg seketika itu juga menghentikan pekik kesakitannya.

******

Dengan santai seolah tak pernah terjadi apa-apa, Astrid mengenakan kembali pakaiannya, seraya menuju kearah cermin dengan melangkahi mayat Ki Joko Goblok yg melotot dengan mulut terisi kemenyan yg masih mengepulkan asap. Dengan rileknya Astrid berpatut-patut didepan cermin, bibirnya yg ranum menyenandungkan lagu. Sebuah lagu yg dulu begitu populer ditanah jakarta, dan sering dinyanyikan saat mengiringi Romlah beraksi meliuk-liukan tubuhnya diarena ngibing, lagu Jali-Jali, yg sairnya sedikit dipelesetkan untuk mengundang syahwat penonton.

Ini die si jali-jali….
lagunye enak…lagunye enak..
merdu sekali…
capek sedikit kagak peduli tuan..
asalkan tuan..asalkan tuan..
puas birahi..

Bersambung…

Author: 

Related Posts